Mediatisasi Dakwah Tasawuf dan Pemaknaan Audiens Tarekat di YouTube

Main Article Content

Siti Amaniah

Abstract

Penelitian ini mengkaji mediatisasi dakwah tasawuf melalui studi kasus kanal YouTube Jagat Arsy. Fokusnya adalah bagaimana narasi dakwah tasawuf dikonstruksi melalui mediatisasi digital dan bagaimana audiens tarekat memaknai pesan spiritual yang mereka terima. Dengan pendekatan kualitatif naratif, penelitian ini menganalisis video ceramah terpilih, komentar audiens, serta wawancara dengan pengelola kanal, editor, dan audiens tarekat. Analisis diarahkan pada pola penceritaan, mediasi audiovisual, dan pembingkaian institusional dalam penyampaian ajaran tasawuf. Berlandaskan teori naratif Branston dan Stafford serta konsep mediatisasi, penelitian ini menemukan bahwa pesan dakwah tidak hadir semata sebagai instruksi normatif, tetapi sebagai pengalaman spiritual yang reflektif dan afektif. Dalam kasus Jagat Arsy, YouTube bekerja sebagai medium distribusi sekaligus ruang institusional yang membentuk ulang otoritas keagamaan, kedekatan spiritual, dan partisipasi audiens melalui logika platform. Otoritas keagamaan dinegosiasikan melalui kredibilitas naratif, resonansi emosional, dan keterlibatan berkelanjutan, namun tetap terhubung dengan otoritas tarekat. Artikel ini memberi kontribusi kontekstual bagi studi komunikasi dan dakwah digital dengan menunjukkan peran narasi dalam menjaga makna keagamaan di ruang digital.

Article Details

Section
Articles