Pemaknaan Konten Media Sosial tentang Sumber Daya Alam Papua di Akun Instagram @Natgeoindonesia

Main Article Content

Mohammad Ardiansyah
Sukma Alam

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk cara berkomunikasi dan mengakses informasi. Media sosial, khususnya Instagram, kini tidak hanya menjadi ruang berbagi momen pribadi, tetapi juga sarana penyebaran informasi dan edukasi. Salah satu akun yang aktif menyuarakan isu lingkungan dan kekayaan alam Indonesia adalah @natgeoindonesia, yang secara konsisten mengangkat konten tentang Papua dan masyarakat adatnya. Penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami bagaimana audiens merespons dan memaknai konten semacam ini. Dengan menggunakan teori Analisis Resepsi Stuart Hall, pendekatan kualitatif, serta paradigma konstruktivisme, penelitian ini memposisikan audiens sebagai subjek aktif yang membentuk makna atas pesan yang diterima. Melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan, ditemukan tiga posisi pemaknaan: dominan (mendukung penuh pesan pelestarian lingkungan dan peran masyarakat adat), negosiasi (menghargai pesan namun mengkritisi minimnya representasi aspek sosial-politik), dan oposisi (menilai konten terlalu simbolis dan tidak merepresentasikan realitas kompleks di lapangan). Proses pemaknaan ini dipengaruhi oleh latar belakang masing-masing, seperti pengalaman pribadi, tingkat pendidikan, dan intensitas penggunaan media sosial. Tiga faktor utama yang membentuk resepsi adalah kerangka pengetahuan, relasi produksi, dan infrastruktur teknis. Temuan ini menegaskan bahwa resepsi terhadap konten media sosial bersifat dinamis dan kontekstual, sehingga penting bagi pengelola media untuk merancang strategi komunikasi yang lebih inklusif dan relevan dengan keragaman perspektif audiens.

Article Details

Section
Articles